Friday, December 9, 2016

Memahami Availability dalam Unit Tambang




Faktor yang sangat penting dalam melakukan penjadwalan suatu alat yakni faktor availability dari setiap unit. Untuk memudahkan memahami maksud availability diambil contoh, misalnya suatu bulldozer memiliki availability 80%, maka dalam jam kerja 100 shift, unit bulldozer tersedia dalam 80 shift, sedangkan waktu 20 shift lainnya adalah waktu yang hilang, bisa dikarenakan perbaikan atau kejadian lain yang menyebabkan unit tidak dapt digunakan.
Secara umum ada 2 cara menghitung equipment availability:
1.      Mechanical Availability: faktor availability yang menunjukkan kesiapan (available) suatu alat dari waktu yang hilang dikarenakan kerusakan atau gangguan alat (mechanical reason).
2.      Physical availability: Faktor availability yang menunjukkan berapa jam (waktu) suatu alat dipakai selama jam total kerjanya. Jam kerja terdiri dari working hours, repair hours, dan standby hours.
Mechanical Availability
Persamaan untuk menghitung mechanical availability yakni:
            MA = working hours /(working hours + repair hours) x 100%
Working hours yang dimaksud yakni waktu yang dimulai dari operator /crew berada di satu alat dan alat tersebut berada dalam kondisi operable (mesin dan bagian-bagian lain siap dipakai operasi). Working hours ini termasuk delay time. Working hours ini dapat diperoleh dari :
1.      Pencatatan pada operator time card
2.      Hours meter dari alat
Sedangkan repair hours meliputi waktu actual repair, waiting for repair,  waiting for part, waaktu yang hilang untuk maintenance/perawatan.
Physical Availability
Persamaan untuk menghitung physical availability:
PA = (working hours + standby hours) / (working hours + repair hours +standby hours) x100%
            Standby hours yakni waktu dimana alat siap pakai (tidak rusak), tetapi karena satu dan lain hal tidak dipergunakan ketika operasi penambangan sedang berlangsung. Physical availability merupakan faktor availability yang penting untuk menyatakan unjuk kerja mechanical alat dn juga sebgai petunjuk terhadap efisiensi mesin dalam program penjadwalan.
            Selain kedua cara di atas (mechanical dan physical availability), masih ada dua faktor lagi untuk mengoreksi jam kerja alat yang sesungguhnya, yaitu:

1.      Used of Availability (UA)
UA =  workin hours / (working hours + standby hours) x 100%
Dari UA dapat diketahui apakah suatu pekerjaan berjalan dengan efisien atau tidak dan pengelolaan alat berjalan dengan baik atau tidak.
2.      Efective Utilization (EU)
EU = working hours / (working hours + repairs hours + standby hours) x 100%

Refrensi: Indonesianto, Yanto,2013,Pemindahan Tanah Mekanis

3 comments:

  1. Mohon maaf saya memiliki pendapat yang berbeda mengenai penghitungan MA Mechanical Availability dimana seharusnya penghitungannya tidak dipengaruhi oleh unsur lain kecuali breakdown, breakdown sendiri ada 2 yaitu brekadown terencana maupun tidak terencana kemudian breakdown tidak terencana sendiri dibagi 2 lagi yaitu normal breakdown (yg disebabkan oleh kerusakan/kegagalan parts/system) dan abnormal breakdown (Abuse/Accident).
    Yang boleh dimasukkan kedalam penghitungan MA hanya normal breakdown.
    Tujuan dari penghitungan tersebut adalah departemen plant/maintenance dapat mengukur kinerja dalam menyiapkan alat/unit dengan tepat sehingga dalam penanganannya pun dapat dilakukan dengan tepat.

    Kesimpulannya delay tidak boleh dimasukkan dalam penghitungan working hours, working hours yg dipakai di MA adalah ketika unit dalam posisi on dan HMU/SMU unit berjalan.

    Salam kopi joni

    ReplyDelete
  2. Working Hours-Delay = Effective working Hours/effective operating time.
    wallaahualam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menurut saya perhitungan seperti ini relatif j sih, tergantung bagaimana presepsi kita terhadap istilah istilah indikator tadi, seperti Idle, delay, MA,PA,UA,EU. macem macem sih tergantung abil konsep disiplin yang mana,,,Wallahualam

      Delete