Monday, April 6, 2015

Mengenal Jaring Kontrol Geodesi

Pengertian Jaring Kontrol Geodesi
Jaring kontrol Geodesi adalah serangkaian titik yang saling terikat sehingga membentuk jarring dihasilkan dari pengukuran geodesi teliti dan berfungsi sebagai titik ikat atau acuan dalam pekerjaan pemetaan dan rekayasa lainnya.

Pembagian Jaring Kontrol Geodesi
a.       Jaring Kontrol horizontal.
b.      Jaring Kontrol Vertikal.
c.       Jaring Kontrol Gaya Berat.

Pengertian Datum
Datum adalah sekumpulan parameter yang digunakan untuk mendefinisikan bentuk dan ukuran ellipsoid refrensi yang digunakan untuk pendefinisian koordinat geodetic sera kedudukan dan orientasinya dalam ruang terhadap bumi fisik.

Datum di Indonesia:
a.       Zaman Belanda: Datum Toposentrik Lokal, misalnya Datum Gunung Genuk : Merupakan Datum Statik
b.      Orde Baru: Datum Indonesia 1974 (ID74) : Datum Toposentrik Nasional (Datum Padang, Statik)
c.       DGN95 merupakan Datum Geosentrik Nasional merupakan datum static.
d.      SRGI 2013: Datum Geosentrik Nasional bersifat semi dinamik.


Mengenal Datum Absolut dan Datum Relatif.
a.       Datum Absolute: jika pusat ellipsoid refrensi berimpit dengan titik pusat massa bumi.
Kelebihan:cocok untuk pekerjaan global, kosisten dengan medan gravitasi, sesuai digunakan bersamaan dengan masa depan dan pemakaiana system koordinat3 dimesi, yang selalu beruah terhadap waktu.

Kerugian: sulit mendapatkan geoid yang bersifat lokal dan cocok untuk 1 negara,Hubungan dengan geoid tidak menentu dan membutuhkan  datum vertical sendiri yang bebeda, parameter hanya dapat ditentukan secara bak pada origin.

b.      Datum relative: titik pusat ellipsoid tidak berimpit dengan titik pusat massa bumi, akan tetapi posisi orientasina ditetapkan terhadap titik tertentu di muka bumi.
Kelebihan: lebih cocok untuk geoid bersifat lokal, persyaratan untuk peta lebih mudah diperoleh,tidak telitià tidak terlalu membahayakan.
Kerugian: hubungan dengan geoid tidak menentu, kurang cocok untuk pekerjaan global,parameter hanya dapat ditentukan baik pada origin, tidak kosisten dengan medan gravitasi.

The Best Fitting Ellipsoid.
            Merupakan bentuk dan ukuran ellipsoid yang paling mendekati dengan ukuran geoid, sehingga nilai defleksi vertical dan undulasi geoid itu minimum.

Definisi optimasi Jaring
a.       Mendesain konfigurai jaring dan rencana pengukuran yang optimal, sehingga dapat memenuhi kulaitas jaring (presisi, kehandalan) yang sudah ditetapkan dengan biaya yang minimum.
b.      Teknik yang memungkinkan unuk menentukan instrument yang digunakan, lokasi pengukuran, bagaimana cara pengukurannya, identifikasi dan eliminasi kesalahan kasar pengukuran juga meminimalisasi efek un-detectable gross error dengan menghilangkan observasi yang tidak perlu sehingga menghemat secara significan waktu dan usaha di lapangan.

Klasifikasi Optimasi Jaring.
a.       Optimasi desain orde nol: Perosalan datum/ menentukan system refrensi yang optimum.
b.      Optimasi desai orde satu: Persoalan bentuk geometri jarring.
c.       Optimasi orde 2: persoalan bobot ukuran/ menentukan observasi optimum yang harus dilakukan dan presisi optimum yang harus diperoleh.
d.      Optimasi orde 3: persoala penambahan pengmatan untuk mempernbaiki jaringan yang ada.
e.       Masing-masing persoalan memiliki pemecahan yang spesifik.

Perkembangan Metode Optimasi Jaring
a.       Try and Error Method
b.      Simulation Method
c.       Analytical Method.

Prosedur Analisi hasil pengukuran berdasarkan alat dan metoda pengukuran.
a.       Analisis ketelitian apriori: dilakukan sebelum pengukuran dengan menganalisa kontribusi dari semua kemungkinan kesalahan pengukuran.
b.      Analisis ketelitian aposteori: dilakukan setelah proses pengukuran selesai. Bertujuan untuk menghasilkan informasi tentang nilai varian dan covarian semua pengukuran dalam rangka menghasilkan nilai estimasi parameter dan analisis kualitas jarring.

Deteksi Kesalahan sebelum hitungan perataan.
Perlu data screening sebelum hitungan karena:
a.       Hitung kuadrat terkecil akan menghaluskan dengan cara menyebarkan kesalhana kasat yang ada paa satu data keseluruh data ukuran, jika ada satu kesalahan kasar yang besar akan disebarkan ke data sekitarnya. Sehingga akan sulit untuk medeteksi melalui uji statistic pada nilai residual.
b.      Proses estimasi biaya melibatkan model matematika non linier, sehingga harus dilinerisasi dan hitungannya dilalkukan secara iterasi. Adanya kesalahan besar akan merusk proses linierisasi yang menyebabkan hasil linierisasi menjadi divergen.

Metode Deteksi Kesalahan sebelum hitungan perataan:
a.       Deteksi kesalahan kasar dari deteksi adanya kesalahan penutup.
b.      Uji Konsistensi pengukuran berulang.

Kualitas JKH dideskripsikan dalam 3 faktor:
1.      Presisi jaringan: menjelaskna bagaimana kepresisian pengukurn berpengaruh terhadap hasil estimasi melalui geometri dari jaringan, yang menyatakan karakteristik jaringan dalam perambatan kesalahan acak dari pengukuran, dengan asumsi data sudah bebas dari kesalahan kasar dan sistematis.
2.      Kehandalan jaringan:  menjelaskna bagaimana jaringan bereaksi terhadap bias yang kecil daari pengukuran, yaitu menunjukkan ketahanan jaringan terhadap besarnya kesalahan kasar yang tidak dideteksi pada pengukuran.
3.      Ekonomi.



1 comment:


  1. Quality articles is the crucial to invite the visitors to pay a quick visit the web page, that's what this web page is providing. gmail login

    ReplyDelete