Sunday, February 10, 2013

Peta Planimetris Wilayah Tugu Teknik UGM


            Kali ini saya akan berbagi pengalaman saya saat membuat peta planimetris didaerah sekitar tugu teknik UGM. Peta planimetris ini adalah tugas akhir atau istilah kerennya final project dari praktikum ilmu ukur tanah. Pengertian peta planimetris itu sendiri adalah peta yang menyajikan tampak atau pandangan dari atas suatu lahan berikut segala yang ada diatasnya dan tanpak seperti keadaan sebenarnya.
                Alat ukur  yang digunakan dalam pembuatan ini antara lain pita ukur dan theodolite, dan tentunya ada alat lain yang berfungsi membantu antara lain unting – unting,jalon,tripod/statif,patok,dan lain – lain.
            Adapun langkah – langkah dalam proses pembuatan peta planimetris ini yang sudah saya susun secara sistematis yakni :
  1. Melakukan pengamatan lokasi yang dipetakan.
Pengamatan lokasi penting dilakukan agar dapat menentukan dimana  saja letak titik kontrol agar memudahkan penggambaran detil. Dicatat pula detil mana saja yang perlu dipetakan. Detil yang terlalu kecil bisa tidak diukur karena bila ukurannnya diubah dengan skala tertentu maka bentuknya akan tidak nampak.
  1. Melakukan koreksi alat.
Koreksi alat dilakukan hanya pada alat theodolite,koreksinya berupa mencari konstanta pengali teropong (A),heling (h),kesalahan kolimasi,dan  kesalahan indeks vertical.
  1. Membuat sketsa sederhana lokasi yang dipetakan.
Sketsa cukup digambar tangan tanpa berisi keterangan jarak,fungsinya untuk memudahkan pengambaran hasil akhir. Sketsa nanti dibandingkan dengan penggambaran akhir,apakah sebuah detil dengan hasil pengukuran sudah mirip dengan yang disketsakan.
  1. Mengukur jarak antar titik kontrol,azimuth disalah satu titik kontrol, dan sudut di masing - masing titik kontrol.
Jarak antar titik kontrol diukur secara pulang pergi,azimuth diukur disatu titik kontrol saja,sisanya bisa dicari dengan rumus,sedangkan sudut dimasing - masing titik kontrol diukur secara seri rangkap.
  1. Menggambar kerangka polygon menggunakan data  pengukuran pada poin 4.
Penggambaran dilakukan dengan terlebih dahulu mengubah jarak sebenarnya ke dalam cm dengan skala yang telah ditentukan.
  1. Melakukan pengukuran detil.
Pengukuran detil ini dapat menggunakan beberapa metode. Antara lain metode offsetting yang terdiri dari metode penyikuan dan metode pengikatan. Metode lain yang digunakan yakni metode polar. Dalam tugas akhir ini terdapat ketentuan yakni pengukuran detil 70% harus menggunakan metode offset dan 30% menggunakan metode polar.
  1. Penggambaran detil (plotting)
Pengambaran detil ini yang agak lama bagi kelompok saya,begitu sebuah detil digambarkan kadang bentuknya tidak sesuai keadaanya didunia nyata,jika hal ini terjadi maka harus dilakukan pengukuran ulang terhadap detil yang bersangkutan dan hal itu memerlukan waktu yang lama.
  1. Penggabaran secara keseluruhan dilengkapi dengan atribut peta.
Penggambaran secara keseluruhan menggunakan rapido atau bisa juga drawing pen dan juga menggunakan pensil. Antribut peta antara lain seperti legenda,nama,nim,logo UGM,dan lain – lain.
            Dalam proses pembuatan peta planimetris ini khususnya didaerah tugu teknik UGM terdapat beberapa kesulitan yang dihadapi,dalam kelompok saya beberapa kesulitan yang saya hadapi anatara lain :
  1. Cuaca yang sangat panas ketika mengukur disiang hari.
  2. Waktu pembuatan peta hanya sebentar,sehingga waktu pagi dan siang tidak cukup,dan waktu malam pun dipakai juga untuk mengukur,dan jangan tanya ganasnya nyamuk dimalam hari disekitar hutan geologi dekat tugu teknik.
  3. Bentuk detil yang tak beraturan dan berkelok – kelok sehingga perlu membuat banyak titik penggalan.
Ada beberapa rumus penting selama praktiku iut semester 1,saya cantumkan saja disini :
  1. Rumus Konstanta pengali teropong (A) = d/(ba-bb) cos2 h
  2. Rumus Kesalahan Kolimasi = (LB-B-180°)/2
  3. Kesalahan Indeks Vertikal = 180°-((LB+B)/2)
Ini foto peta yang berhasil saya buat

 dan ini foto bersama kelompok IV
Demikian postingan kali ini,semoga bermanfaat :)

9 comments: