Tuesday, April 16, 2013

Cerita PKM untuk PIMNAS



            Bagi seorang mahasiswa istilah PKM mungkin tidak asing lagi. PKM adalah singkatan dari Program Kreativitas Mahasiswa, PKM ini merupakan program rutin yang dilakukan oleh DIKTI. PKM ini terdiri dari berbagai pilihan anatara lain PKM Penelitian (PKMP),PKM Kewirausahaan (PKMK), PKM Pengabdian Masyarakat (PKMM), PKM Penerapan Teknologi (PKMT), PKM Gagasan tertulis (PKM GT), dan PKM Artikel ilmiah (PKM AI). PKM ini juga biasanya menjadi ajang menampilkan kemampuan dan prestasi masing – masing universitas diseluruh Indonesia.
            Bagi saya kegiatan semacam ini tentu tidak akan saya lewatkan begitu saja, PKM adalah salah satu kegiatan yang bisa menambah pengalaman dan wawasan, apalagi jika bisa lolos semua tahapan seleksi,tidak hanya mendapat pengalaman,tetapi juga mendapat uang,jalan-jalan gratis dan tampil dalam acara PIMNAS (Pekan Ilmiah Nasional). PKM ini awalnya kita akan ditugaskan untuk menuliskan ide dalam bentuk karya tulis ilmiah,kemudian apabila lolos tahap pertama, karya tulis tersebut akan didanai dan kita ditugaskan untuk mengerjakannya hingga selesai. Apabila hasilnya bagus,kita dapat tampil diacara PIMNAS untuk memperebutkan posisi juara.
            Kali ini saya akan menceritakan kisah saya mengenai awal saya bisa ikut PKM. Saat itu saya baru kuliah hampir 4 bulan. Saya baru tahu ada kegiatan PKM ini dari salah seorang senior saya. Saya langsung tertarik karena ini ajang bergengsi dan tingkat nasional pula, harapan saya adalah saya bisa membuat karya tulis sesuai dengan bidang ilmu saya,yakni tentu saja teknik geodesi dan membuatnya lebih terkenal lagi di tingkat nasional. Waktu itu saya bersama tiga orang teman satu angkatan dan satu orang senior dijurusan geodesi dan ditambah lagi satu orang senior dari jurusan lain membentuk tim untuk ikut serta di ajang PKM ini. Kami sepakat untuk ikut PKM-Penelitian, awalnya kami memiliki berbagai ide yang ingin dilakukan mulai dari mengenai batas wilayah negara, kemudian penangan bencana lumpur lapindo dengan bantuan satelit kemudian yang terakhir adalah ide mengenai potensi arus laut sebagai energy alternative. Setelah melalui berbagai pertimbangan maka lahirlah sebuah judul penelitian yakni Identifikasi Potensi Arus Laut Untuk Pembangkit Listrik Sebagai Alternatif Renewable Energy Menggunakan Satelit Altimeter Di Perairan Nusa Tenggara Timur. Judul yang cukup sangar menurut saya karena hampir semua materinya belum saya dapatkan dikelas. Materinya kebanyakan dipelajari di semester 4 dan 5 sedangkan saya saat itu masih semester 1. Untungnya di tim saya ada senior yang ikut bergabung dan sudah memahami materi terkait judul tadi.
            Setelah beberapa minggu pekerjaan PKM tersebut saya belajar banyak hal, saya sangat senang karena dapat mempelajari ilmu yang seharusnya saya dapatkan jauh nanti disemester 5 tapi sudah saya coba pelajari disemester 1, seperti batimetri, satelit altimetry,menggunakan arcgis, pemantauan besar arus laut dan lain – lain.
            Setelah karya tulisnya jadi, saya dan teman lainnya kemudian mengirimkannya ke DIKTI. Dan untuk pengumuman seleksi tahap pertama akan diumumkan beberapa bulan setelah pengumpulan itu. Samapai akhirnya hari pengumuman itu tiba, dan saya sangat bahagia ketika pengumumannya PKM P yang saya kerjakan bersama teman – teman lolos tahap pertama dan didanai oleh DIKTI. Tak sia – sia rasanya saya korbankan waktu luang saya untuk mengerjakan PKM ini.
            Beberapa hikmah yang saya ambil dalam PKM ini yakni bagaimana saya harus yakin untuk ikut dalam ajang PKM ini walaupun pengetahuan saya masih sedikit, tapi saya bisa bekerja sama dan belajar dari senior yang lebih berpengalaman. Semua materi yang belum kita dapat dikelaspun bisa kita pelajari asal ada kemauan dan usaha untuk melakukannya. Walau mash diawal semester saya sangat berharap PKM P ini bisa berhasil baik dan bisa lolos ke PIMNAS serta membawa nama geodesi ke tingkat nasional.






3 comments:

  1. Keren..
    Tahun in ke Lombok ya Sapt... Oleh2 woy :D

    ReplyDelete
  2. oke,mudah2an bisa ke lombok ya :)

    ReplyDelete
  3. Keren , semoga bisa menginspirasi geodet muda yang lain
    Nicee

    ReplyDelete