Sunday, August 17, 2014

Presentasi ke UI – Kereta Yang Tertunda


16 Agustus 2014
            Sore ini kembali lagi saya akan ke stasiun Tugu untuk naik kereta untuk yang ke 2 kalinya setelah beberapa bulan lalu sempat ke Surabaya untuk presentasi di ITS. Hari ini saya tidak ke Surabaya melainkan pergi ke Jakarta karena akan menghadiri acara Lomba Karya Tulis sekaligus Seminar di Universitas Indonesia.
            Kereta saya kali ini yakni cukup kelas Ekonomi AC saja, walau ekonomi ternyata harganya cukup mahal juga,dari stasiun tugu ke stasion Senen, Jakarta harga tiketnya Rp. 185.000. Untuk masalah biaya ini untungnya ada bantuan dana dari jurusan, yang dibantu oleh dosen saya Bu Yulaikhah, tak ada Dosen yang lebih keren selain Dosen yang mau mendukung mahasiswanya untuk mencari pengalaman diluar kampus seperti Bu Yulaikhah ini.
            Kembali lagi ke kereta, kereta saya akan berangkat pukul 18.15 WIB dan sampai di Stasiun senen pukul 02.00 dini hari. 1 jam sebelum keberangkatan tentu saja saya sudah mempersiapkan diri distasiun, diantar oleh sodara laki-laki saya, Cahya. Walau beda Ibu dan Ayah dia sudah saya anggap sodara laki-laki saya
            Tiba distasiun lebih awal tentu membuat saya menunggu. Tapi ada sedikit perubahan ternyata dengan jadwal keberangkatan saya kali ini. Ketika sudah masuk pukul 06.00 ada pengumuman yang mengatakan Kereta Gajah Wong, kereta yang saya naiki diundur kedatangannya 45 menit. Alhasil saya harus menunggu lagi, saya memustuskan menelpon Wita, pendamping saya yang dari tadi sudah menanyakan kapan berangkatnya.
            Setelah 45 menit kereta juga tak kunjung datang, ada pengumuman lagi yang mengatakan keberangkatan diuntur jadi jam 7.15. Okee kali ini saya cuma duduk untuk menunggu kedatangan kereta. Tidak ada kejelasan kenapa keretanya terlambat. Sampai akhirnya jam menunjukkan pukul 7.30 keretanya baru datang. Akhirnya perjalann segera dimulai. Ini bukan kali pertamanya saya naik kereta ekonomi, sebelumnya juga pernah, eksekutif, bisnis sudah dicoba, untungnya semuanya dengan biaya gratis J
            Saya duduk di gerbong 5 nomor kursi 15 B dan Tegar, adik kelas saya yang saya ajak lomba duduk disamping saya. Didepan saya sudah duduk pria dan wanita, sepertinya suami istri.
            Karena kelas Ekonomi, tentu kursinya saya yakin tidak akan terlalu nyaman untuk tidur. Sejenak saya melihat sekitar,pemandangan yang saya dapat kurang mengenakkan. Ada Bapak-bapak yang tidur terlentang di bawah, Cuma beralaskan koran, entah kenapa diijinkan tidur dibawah. Waktu terus berjalan mata mulai mengantuk, ketika sudah mulai tidur terdengar tangisan bayi dibelakang saya, cukup keras dan berlangsung lama. Untuk hal ini tidak ada yang bisa protes, terdengar orang tuanya berusaha keras mendiamkan anaknya. Alhasil tidak jadi tidur saat itu..
            Belum beberapa lama kereta berjalan, tiba-tiba kereta berhenti, bukan berhenti distasiun,entahlah kenapa berhenti. Tapi sepertinya gak akan sampai pukul 02.00 pagi. Tak sengaja saya mendengar 2 orang Bapak-Bapak yang mengbrol disebelah saya.
            “Indonesia susah maju kalau transportasinya telat seperti ini” salah seorang  Bapak- Bapak sedikit mengeluh dengan lawan bicaranya.
            Memang benar sih kalau telat seperti ini ada sesuatu hal yang salah. Jadwal yang harusnya saya tiba jam 2 pagi menjadi jam 6 pagi. Entah siapa yang harus mendobrak kebiasaan yang kurang baik ini. Enginneer kah? Politikus? Mentri? PT KAI? Entahlah, sepertinya semuanya harus berbenah J