Tuesday, August 12, 2014

Sidang Skripsi dan Sidang MK


Beberapa minggu lalu saya mengikuti sidang skripsi, bukan sebagai mahasiswa yang disidang namun hanya sebagai penonton. Kebetulan yang skripsi adalah kakak senior yang saya kenal cukup baik, jadi saya memutuskan untuk melihat sidangnya. Bersyukur sekali saya ikut menonton sidang ini, menyimak sidang skripsi adalah ilmu yang sangat berharga. Selain tahu bagaimana jalannya sidang, kita juga akan tahu penelitian yang sudah dilakukan oleh kakak kelas, tanpa perlu repot membaca skripsi yang biasanya sangat tebal. Dan yang penting juga tahu bagian mana yang dikoreki oleh dosen, dan bagaimana caranya mengoreksi. Hal ini tentu penting bagi mahasiswa semester 4 yang tentunya akan skripsi suatau hari nanti, dan diuji oleh dosen juga.
Jalannya sidang diawali dengan pemaparan materi skripsi oleh mahasiswa kemudian baru ditanggapi oleh dosen, bisa kritik, saran, pertanyaan, dan lain-lain. Yang menarik adalah saat dosen memberikan tanggapan, adalah point yang sangat penting bisa memberikan jawaban dari tanggapan dosen dengan tepat dan meyakinkan. Dari 2 sidang skripsi yang saya iikuti, dosen diawal akan mengoreksi dibagian penulisan. Salah ketik memang sangat bisa terjadi, tapi dalam skripsi, walaupun tebal, ternyata Dosen di Geodesi sangat teliti dalam hal ini, Bagaimana tidak teliti, kata “dipasar” yang dimana seharusnya anatar “di” dan “pasar” dipisah, namun diskripsi disambung, akan disalahkan oleh Dosen. Ada juga yang mempermaslahkan singkatan-singkatan, jika diawal singkatan itu belum ada dijelaskan kepanjangan tidak boleh dikalimat-kalimat berikutnya tetap digunakan singkatan, harus ada penjelasannya diawal baru boleh menyingkat dikalimat-kalimat berikutnya, walaupun singkatan itu sudah lumrah. Misalnya saja GPS. Saya harus menulis “Global Positioning System (GPS)” diawal, baru kemudian kata  “Global Positioning System” cukup ditulis GPS. Ha yang keliatannya sederhana tapi ternyata mendapat perhatian yang seirus. Itu baru cara penulisan, belum lagi apabila ada kata-kata tatau kalimat teknis yang salah ketik, itu bisa juga berbahaya karena bisa mengubah makna.
Ternyata terbiasa menulis dengan tata bahasa yang benar merupakan hal yang sangat penting. Jangankan skripsi, seorang mahkamah konstitusi (MK) juga mengkritik akan kesalahan menulis dalam laporan gugatan yang diajukan salah satu pasangan capres yang baru-baru ini hangat dibahas. Entah mengapa pada sidang MK yang pertama, koreksi tentang tulisan yang disampaikan hampir sama dengan apa yang dosen saya katakan.
Kembali lagi ke sidang skripsi, ada hal yang menarik lagi saat itu yakni bagaimana dosen bisa “sedikit” merubah kesimpulan dari penelitian yang dilakukan mahasiswa. Kebetulan skripsi yang saya tonton kejadian seperti itu. Skripsi yang awalnya sudah selesai kesimpulannya ditambah menjadi “Perlu penelitian lebih lanjut untuk menguji kembali untuk mengetahui hasil yang lebih akurat”, kurang lebih intinya seperti itu. Berbicara soal akurasi inilah salah satu yang ditonjolkan ilmu Geodesi. Ada salah satu skripsi yang membahas pergeseran suatu Waduk yang saya tonton. Waduk bergeser 1 cm dalam 1 tahun akan menjadi masalah yang rumit bagi mahasiswa Geodesi. Begitulah Geodesi, salah satu keunikannya bisa mengukur hal yang jarang orang pikirkan untuk diukur J
Beberapa skripsi lain juga saya dengar waktu sidang ada yang ditanyain “habis-habisan ” oleh Dosen. Hal tersebut membuat saya mulai berpikir mau mengambil topic apa nanti dan dengan dengan dosen siapa haus skripsi. Survei Hidro sepertinya menarik untuk dibahas J

Setelah selesai menonton skripsi saya sempat berbincang dengan dosen yang cukup dekat, saya bertanya apa harus disidang skripsi mahasiswa juga dikritik habis-habisan? Jawaban dosen kurang lebih seperti ini, Seorang Dosen penguji memiliki tanggung jawab akan skripsi yang diuji, bagaimana nantinya jika suatu skripsi ada kekeliruan kemudian skripsi tersebut digunakan dalam dunia kerja, jika baru terbukti salah didunia kerja, tentunya mahasiswa yang bersangkutan bisa lebih dikritik lagi didunia kerja, mungkin sama seperti dikritik saat sidang MK. Sesungguhnya saran dan kritik dosen saat sidang adalah untuk menyelamatkan mahasiswa itu sendiri agar memahami betul isi skripsi itu, terlebih nanti jika digunakan di dunia kerja. Kurang lebih itu yang saya tangkap dari perbincangan bersama seorang Dosen, setelah dipikir kembali ada benarnya juga J. Jika guru saya sering mengatakan skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai, kalau boleh saya tambahkan srkipsi yang baik adalah skripsi yang selesai dan bisa dipertanggungjawabkan J.