Friday, February 5, 2016

Kuat Karena Mencintai


Pernah menonton film superhero, pahlawan atau sejenisnya? Bisa ditebak apa yang terjadi ketika tokoh utama dalam film superhero sepertinya akan kalah tapi ternyata bisa bangkit lagi dan menang? Biasanya sang superhero akan teringat pada orang-orang yang ia sayangi ketika akan kalah, kemudian tiba-tiba ia akan menjadi kuat dan berbalik menjadi menang. Namun itu hanya film dan bisa direkayasa.
            Namun baru-baru ini saya menyadari konsep film pahlawan seperti itu memang benar adanya. Seseorang bisa mnejadi lebih kuat karena ada orang yang dicintainya. Hal ini yang baru saya sadari. Terkadang ada titik dimana saya lelah untuk selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam segala hal, lelah menjalani rutinitas pekerjaan yang menumpuk. Namun ketika berhenti sejenak dan melihat ke depan, saya mempunyai orang-orang yang sangat saya cintai yang ingin saya bahagiakan. Lalu apakah saya perlu menjadi kuat dan mengalahkan musuh-musuh untuk membuat orang yang saya cintai bahagia seperti dalam film superhero pada umunya? Ya tentu saja, saya harus mengalahkan musuh-musuh saya, musuh saya adalah diri saya sendiri, saya harus bisa mengalahkan rasa malas dalam diri yang terkadang datang, rasa egois yang kadang tak terkendali, rasa mengeluh dan kurang bersyukur yang juga sering menghantui. Namun ketika mengingat orang-orang yang saya cintai, maka sifat-sifat buruk itu bisa dibendung karena tidak ingin terjerumus ke jalan yang salah dan mengecewakan orang-orag yang saya cintai.
            Orang tua adalah salah satu penyemangat hidup saya dan alasan saya kenapa saya harus tetap kuat dan berhasil membahagiakan mereka. Semakin dewasa, semakin banyak pelajaran hidup yang mulai saya pelajari, semakin banyak pengalaman yang diperoleh, tapi satu hal yang membuat saya sedih yakni kedua orang tua saya usianya semakin menua, tubuhnya mulai tak sekuat dulu, betapa menyenangkannya nanti diusia tua mereka bisa melihat anaknya sukses dan tak kurang apapun.

            Satu lagi orang yang menjadi alasan kenapa saya harus semangat menjalani tiap detik kehidupan serta menjadi orang yang berguna suatu hari nanti, yakni seorang wanita yang selalu setia mendampingi dan memberikan semangat baik dalam suka maupun duka. Seorang wanita yang selalu mau mendengarkan keluhan hati ini ketika gundah. Wanita yang selalu mengingatkan untuk selalu dekat dengan Tuhan dan bersyukur atas apa yang terjadi. Wanita yang tidak pernah menuntut ketika harus ditinggal mengejar mimpi-mimpi masa depan dan selalu memberikan dukungan. Dan tentu saja dialah wanita yang menjadi alasan kenapa saya harus sukses dan mampu memberikan kebahagiaan padanya berserta kedua orangtua saya dan orangtuanya. Terimakasih sudah bersedia menjadi wanita yang saya cintai, Dewa Ayu Wahyu Risnaadi.

1 comment:

  1. Eaaaaakkkkkk Ihiiyyyy mas sapta ihiiiiyyyy
    -sardila-

    ReplyDelete