Saturday, June 11, 2016

Pertemuan Yang Membawa Perubahan Signifikan


            Sebuah pertemuan mungkin bisa memberikan perubahan. Bertemu dengan orang yang baik, bisa jadi memberikan pengaruh yang baik pada diri sendiri. Di tahun ke empat kuliah ini, saya merasakan pertemuan dengan orang-orang baru beberapa tahun silam di awal kuliah memberikan perubahan yang cukup siginifikan di akhir kuliah. Ada beberapa hal-hal yang mungkin tidak akan saya raih di akhir semester jika tidak bertemu dengan orang-orang baik yang menginspirasi saya di awal semester.
            Beberapa hari yang lalu saya baru saja menyelesaikan seminar skripsi di Teknik Geodesi. Duduk di ruang siding I Teknik Geodesi kala itu sembari menyiapkan proyektor membuat saya merasakan perjalan waktu yang begitu cepat. Saya rasa baru seminggu lalu berjabat tangan dengan Bapak Abdul Basith, dan meminta beliau untuk menjadi pembimbing dalam membuat PKM di semester I dulu. Namun kini beliau sudah duduk di hadapan saya, sebagai dosen pembimbing skripsi, dan menyampaikan pesan seorang Bapak kepada anaknya yang meneduhkan, “Tenang saja, semua akan baik-baik saja, kita akan banyak diskusi selama sidang agar semuanya menjadi lebih baik”. Walau sudah mempersiapkan diri jauh-jauh hari untuk siding skripsi, saya tidak bisa membohongi diri kalau saya tidak grogi saat itu, namun perkataan Pak Basith, serta ngobrol santai dengan dosen penguji sebelum memulai siding membuat saya yakin, memang tidak ada yang perlu dicemaskan selama sidang skripsi nanti.
            Terkadang saya merasakan pertemuan dengan orang-orang penting di masa lalu sepertinya sudah diatur oleh yang Kuasa, biasanya terbesit pertanyaan, apakah scenario pertemuan ini sudah diatur jauh dulu ketika saya baru lahir, atau baru-baru ini dibuat dan langsung diterapkan? Entahlah, ketika waktunya tiba saya akan tanyakan dan tentunya saya tidak ingin segera menanyakannya :).
            Pertemuan dengan Bapak Abdul Basith adalah salah satu pertemuan yang memberikan perubahan positif dalam diri saya. Mungkin jika tidak bertemu dengan Bapak Abdul Basith, saya tidak akan tertarik dengan hal-hal yang berbau laut dan identik dengan Geodesi,. Beberapa kesempatan pengalaman di bidang hodrografi membuat saya menghadap Pak Basith pada semester 5 dan menyampaikan ingin fokus skripsi di bidang laut dan akhirnya skripsipun dengan Beliau. Pada akhirnya selama proses bimbingan dan konsultasi dengan Bapak Abdul Basith menajdikan sebuah proses yang menyenangkan. Penuh pelajaran dan terkadang obrolah yang tidak terkait hidrografipun menjadi hal yang menarik untuk dibicarakan. Agama dan cinta adalah obrolan yang terkadang terjadi ditengah-tengah bimbingan. Pak Basith bagi saya merupakan sosok yang memegang teguh ajaran Agama Islam. Terkadang beliau bertanya beberapa hal mengenai agama Hindu yang saya anut. Tentu pertanyaannya tidak mengandung sara atau egoisme agama masing-masing, melainkan hal-hal positif di agama masing-masing. Di suatu diskusi mengenai agama dan cinta, entah kenapa kami memperoleh suatu kesimpulan bahwa kita tidak akan tahu apa yang terjadi di masa depan, dan yang perlu dilakukan hanyalah melakukan hal yang terbaik dalam segala hal.

            Sebenarnya masih ada banyak pertemuan dengan orang-orang hebat di awal kuliah, hingga pada akhirnya saya merasakan perubahan yang positif di akhir semester. Saya tidak perlu melakukan uji signifikansi beda dua parameter untuk mengetahui perubahannya seperti yang saya lakukan dalam penelitian. Perubahan signifikan dari sebuah proses pertemuan itu bagi saya adalah dapat menjadi lebih baik dari sebelum pertemuan itu terjadi, baik tidak harus mampu melakukan segalanya dengan benar, setidaknya hal baik dalam sebuah pertemuan tertanam dalam diri dan diterapkan dalam keseharian menjalani proses kehidupan. Terimkasih Bapak Abdul Basith.

PKM di semseter I bersama Bapak Abdul Basith


Last Semester