Sunday, June 26, 2016

Candi Ratu Boko: Perjalanan Cinta dan Sejarah


Tidak biasanya saya menulis mengenai suatu tempat wisata, apalagi lengkap dengan kisah cinta. Tentu saja ini terjadi karena sudah ada pacar cantik disisa-sisa masa kuliah yang memang perlu diajak jalan-jalan dan berwisata diakhir pekan untuk menghilangkan kepenatan. Untung saja ada Dewa Ayu Wahyu yang mendampingi selagi masih kuliah, kalau tidak mungkin saya agak jarang jalan-jalan  atau tidak akan ke candi ratu boko, tempat wisata yang akan saya ceritakan kali ini.
Bagi yang belum pernah ke Candi Ratu Boko, mungkin tempat ini bisa menjadi alternatif liburan yang menarik untuk keluarga ataupun pasangan kekasih. By the way, saya tidak mendapat kredit khsusus dari pengelola candi setelah mempromosikan candi Ratu Boko, tulisan ini murni karena saya memang takjub dengan keindahan Ratu Boko dan untuk mengabadikan momen-momen cinta penuh kemesraan bersama Adek Wahyu. (Maaf untuk yang jomblo, jika tidak kuat jangan lanjutkan membaca, tulisan ini mengandung konten dewasa, dan penulis sedang dimabuk asmara).


Kembali lagi ke Candi Ratu Boko, candi ini terletak tidak jauh dari Candi Prambanan. Candi ini terletak di sini, dipeta yang ada dibawah ini:

Lokasi candi ratu boko cukup luas, dari informasi papan wisata disana luasnya sekitar 250.000 m2 . Cukup luas dan membuat saya bisa memegang tangan Adek Wahyu dalam waktu yang lama selama mengitari candi. Pemandangannya masih asri penuh dengan pepohonan, rumput hijau dan bangunan-bangunan candi yang terasa mistis. Ketika baru memasuki areal candi, pengunjung akan disambut dengan gapura besar lengkap dengan tangga-tangganya yang tidak terlalu tinggi. Nih penampakannya agar tidak terlalu penasaran.



Penasaran dengan sejarah candi, saya mencoba mencari tau sejarahnya melalui tulisan-tulisan yang ada di areal candi. Candi Ratu Boko adalah peninggalan kerajaan Hindu di masa lalu. Sebagai seorang pasangan Hindu muda bersama Adek Wahyu, ternyata menarik juga berwisata ke tempat bersejarah. Candi ratu boko ini erat kaitannya dengan candi Prambanan. Tahu legenda Candi Prambanan?? Jika candi Prambanan merupakan candi yang dibangun satu malam atas permintaan Roro Jonggrang, dan pada akhirnya Roro Jonggrang ikut menjadi candi, candi Ratu Boko adalah tempat atau istana milik ayah dari Roro Jonggrang, yakni Ratu Boko. Jadi masih ada ikatan darah ternyata candi Prambanan dan Ratu Boko.
Melihat lebih dalam ke dalam candi, terdapat banyak serpihan-serpihan bangunan yang sudah agak sulit dipahami maksud dan tujuan penggunaanya, Sebenarnya ada penjelasan di setiap ornament candi, tapi saya tidak fokus membaca semuanya karena sudah terpesona pada kekasih hati yang terus “menempel” erat. Beberapa bangunan candi yang masih nampak jelas, yakni adanya altar yang dulunya dikisahkan katanya sebagai ruang tunggu tamu. Di dalamnya lagi terdapat ruang rapat, dimana ruanggannya dibatasi oleh dinding-dinding batuan dan di dalamnya terdapat panggung dari batu, yang tidak beratap. Entah bangunannya memang desainnya seperti itu, atau sudah tergerus jaman.
Di dalam areal candi juga terdapat kolam, yang konon katanya dulu merupakan areal pemandian. Sampai sekarang masih terdapat air di kolam tersebut, namun tak begitu bersih. Jika membayangkan berpuluh-puluh tahun silam, sepertinya kolam tersebut merupakan pemandian yang cukup mewah jika dilihat dari ornamen-ornamen dipinggir kolamnya. Satu lagi obyek yang menarik di dalam candi yakni terdapat dua goa kecil, yang entah untuk apa dlu penggunaanya, saya juga kurang tahu karena disana tidak ada penjelasannya. Ketika saya kesana, suasan cukup mendung dan akhirnya gerimis, Goa tersebut adalah tempat berteduh yang mungkin tidak begitu mesra, karena ada orang lain yang juga berteduh disana.
Oh ya, ada satu hal yang perlu diketahui lagi tentang candi Ratu Boko, candi ini terletak di dataran tinggi atau daerah perbukitan, maka ketika senja tiba sunset nampak dengan jelas dan memukau (katanya). Sayang sekali ketika saya kesana, cuaca agak mendung, ya sudahlah moment bersama orang yang paling dicintai sudah lebih indad dari melihat sunset diperbukitan.
Terkhir informasi yang biasanya dicari-cari pasangan kalo masih mahasiswa ke tempat-tempat wisata, yakni berapa biaya masuknya. Kalau mau hemat, datanglah sebelum pukul 15.00, kalu sebelum itu harga tiket hanya 25 ribu per orang, kalau sudah lewat jam 3, sudahlah batal aja, harganya 100 ribu per orang, namanya paket sunset. Emang agak mahal juga paket sunset ini bro dan sist.
Bagi saya, candi Ratu Boko, rekomendedlah untuk liburan bersama keluarga, atau kekasih, jika memang suka jalan-jalan di alam terbuka dan hijau. Selamat mencoba sendiri.