Monday, January 14, 2013

Perjuangan Mencari Universitas



            Satu mingu belakangan ini banyak yang bertanya mengenai bagaimana saya dulu bisa diterima di ugm dan jurusan apa saja yang ada di ugm. Hal yang sama mungkin yang saya tanyakan beberapa bulan lalu ketika akan tamat dari SMA. Ketika itu saya masih bingung menentukan jurusan apa yang akan dipilih. Karena kakak saya seorang perawat, ada niat untuk mengikuti jejaknya untuk masuk keperawatan. Namun setelah dipertimbangkan lagi,rasanya kurang cocok dan akhirnya tambah bingung lagi.
            Beberapa hari kemudian di SMA saya diadakan sosialisi yang diadakan oleh beberapa universitas di Indonesia,saya mulai mengetahui beberapa jurusan yang menarik dan mungkin sesuai bagi saya,dan yang penting adalah informasi mengenai beasiswa. Kedua orang tua saya sudah mengatakan pada saya kalau tidak bisa membiayai kuliah,harapan satu – satunya adalah mencari beasiswa. Kembali lagi ke soal memilih jurusan, sangat penting menyesuaikan pelajaran yang kita kuasai dengan jurusan yang akan dipilih. Saya orangnya tidak terlalu suka dengan biologi dan kimia,namun saya menyukai matematika dan fisika. Akhirnya saya menemukan jurusan teknik geodesi yang anti dengan biologi dan kimia namun sarat akan matematika, statistik dan hitungan lain seperti aljabar linier dan kalkulus. Bidang pekerjaannya pun cukup banyak seperti BPN,Bakorsurtanal (sekarang disebut BIG atau Badan Informasi Geospasial),Pertambangan, Dinas PU dll. Akhirnya saya mendaftarkan diri dalam SNMPTN jalur undangan dengan status pemohon beasiswa bidikmisi. Untuk dapat mengajukan bidik misi tentu ada beberapa syarat yang dipenuhi seperti surat keterangan penghasilan orangtua, jumlah tanggungan keluarga,mengisi formulir bidikmisi sampai foto rumah. Beberapa teman saya banyak yang ragu mengajukan bidikmisi. Karena ada isu kalau yang mengaajukan bidikmisi itu “dimomor 2 kan”, dan isu itu kini terbukti benar – benar salah.
            Sekedar saran saja bagi yang ingin mencari jurusan tertentu ,lebih baik tanyakan dulu kepada orang yang sudah masuk jurusan tersebut dan menanyakan materi apa saja yang didapat. Ada teman saya yang benci matematika kemudian masuk jurusan biologi,ternyata semester 1 dia juga mendapat matakuliah fisika dan matematika,sehingga ada rasa kecewa dengan matakuliahnya karena tak seperti apa yang dibayangkannya. Dan yang penting juga untuk diperhatikan adalah peluang dari jurusan tersebut,maksudnya adalah seberapa banyak peminat jurusan tersebut dan seberapa tinggi nilai kita,kalau memang merasa nilai tinggi,selalu mendapat juara umum,tak apalah memilih kedokteran yang peminatnya biasanya lebih dari 1000,tapi kalau nilai sudah pas – pasan, naik turun pula,sebaiknya benar – benar dipertimbangkan,memilih jurusan yang banyak peminatnya sama saja membuang kesempatan. Beberapa universitas juga ‘isunya’ mempertimbangkan prestasi alumni di sma masing masing,makin baik prestasinya selama kuliah,maka peluang adik kelasnya di SMA semakin terbuka lebar. Dulu saya masih ingat untuk teknik geodesi peminat sebelumnya ada sekitar 600an orang dan kuotanya 45 orang,kemungkinan yang cukup besar menurut saya bisa diterima, terlebih lagi sudah ada senior saya sebelumnya yang sudah diterima dijurusan tersebut.
            Langsung saja ketika pengumuman SNMPTN saya dinyatakan lolos di UGM,yang pertama saya lakukan adalah mencari tau bagaimana dengan beasiswanya,apakah diterima juga????? Setelah beberapa kali bertanya ke admin bidikmisi,ternyata masih menunggu SK rector diterbitkan dan melaui tahapan pemeriksaan. Mungkin banyak yang takut akan tahapan pemeriksaan ini,tenang saja,asal pengisian formulir sudah sesuai dengan keadaannya pasti bisa diterima. Pada waktu itu tidak semua pengaju beasiswa diperiksa,hanya beberapa saja yang jaraknya dekat dari ugm,untuk yang lainnya hanya diwawancara. Dan syukurlah sampai saat ini saya masih lancar menerima beasiswa,600 ribu setiap bulan sangat membantu ditambah lagi tidak perlu membayar kuliah. Namun penerima beasiswa ini dituntut untuk berprestasi,kuliah tepat waktu (4 tahun untuk S1) dan mengikuti berbagai perlombaan. Salah seorang senior saya mengatakan kalau IP yang menerima bidikmisi kurang dari 3.00 maka biasanya akan mendapat bimbinan. Apakah beasiswanya akan dicabut??  Tenang saja,walau nilai kecil beasiswa tetap tidak akan dicabut,nilai yang bagus itu adalah bentuk tanggung jawab atas kemudahan yang telah diberikan. Dan semoga saja IP saya tahun ini bisa lebih dari 3.00 ‘astungkara’ dan kini saya pun masih melaksanakan kuliah seperti biasa,berkat perhitungan yang matang dalam pemilihan jurusan,keberanian mengajukan beasiswa dan tentunya selalu berdoa,siapapun pasti bisa diterima di jurusan yang di inginkan.

            Nah itulah sedikit pengalaman saya bisa diterima di UGM dengan mendapat beasiswa, semoga bisa bermanfaat, dan bisa memotivasi teman – teman yang ingin mencari universitas ataupun beasiswa.

5 comments:

  1. dengar2 kalo nilai turun yg dlm 2 smester mka akn di cabut apa bgtu mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo di UGM nggak gtu, saya belum pernah mengalaminya, tapi ini yang disampaikan oleh senior saya, jika ip kurang dari 2.75 maka mhs yg bersangkutan akan dipanggil dan ditanyai kenapa nilainya bisa begitu, namun hal itu tidak akan membuat BM langsung dicabut brgitu saja.

      Delete
  2. Salam

    Katanya kalau SNMPTN nilainya harus selalu naik ya?
    Kalau kelas 10nya kurang bagus yapi 11 12nya bagus gimana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam

      itu kata siapa ya harus naik? ya gak harus sih, tapi kalau selalu turun, kemungkinannya akan kecil diterimanya. Nilai saya naik turun, tapi masih diterima di UGM.

      Delete
  3. salam

    tolong kasih gambaran nilai rapot nya kak biar bisa tau :) soalnya aku nggak yakin sama nilai rapotku bisa lolos apa nggak :)

    ReplyDelete