Sunday, May 11, 2014

Guru Kehidupan, I Made Andi Arsana.


            Saat pertama kali masuk ke Jurusan Teknik Geodesi sebenarnya ada banyak keraguan, Apakah jurusan ini benar-benar bagus seperti yang disampaikan di blog-blog orang atau itu hanya kebohongan belaka. Di 1 bulan pertama kuliah, saya belum menemukan apa saja prestasi Teknik Geodesi UGM dan tidak ada sosok yang bisa dibanggakan. Namun semua pandangan saya itu berubah ketika bertemu pertama kali dengan Bapak Andi Arsana. Waktu itu kuliah umum pertama bertema “Thinking and Living Geospasial”. Saat itu juga saya baru merasakan kalau powerpoint itu ternyata bisa melakukan banyak hal, mungkin lebih tepatnya Pak Made bisa memanfaatkan powerpoint untuk banyak hal, Presentasi yang menarik dengan animasi yang tidak pada umumya membuatnya saya terpukau dikuliah umumnya yang pertama. Saat ada sesi tanya jawab,saya tidak menyianyiakan kesempatan. Saya masih ingat saat itu saya bertanya 2 hal yang pertama kenapa memilih Teknik Geodesi yang menurut saya saat itu tidak terkenal dan apa motivasi bisa sukses seperti sekarang. Jawaban beliau saat itu memilih geodesi adalah karena menyukai tantangan, dan geodesi mungkin memiliki banyak tantangan. Jawaban pertanyaan kedua sangat menginspirasi saya, motivasi sukses beliau adalah orangtuanya, saat itu Pak Andi menunjukkan fotonya bersama Ibunya ketika masih muda dirumah sederhana terlihat sangat  rapuh dan tua.


Itu adalah fotonya dulu, jika dibandingkan dengan penampilannya saat presentasi, saya yakin dia sudah berhasil membanggakan orang tuanya. Yang membuat saya sangat menyukai itu adalah kondisi keluarga saya saat mengikuti kuliah itu mungkin tak jauh berbeda dengan apa yang ada difoto itu, versi tahunnya saja yang berbeda. Melihat Pak Andi yang dulunya seperti itu dan kini penampilan serta gaya presentasi yang super keren membuat saya optimis, saya sudah pada jalur yang benar duduk diruang 3.4 baris ke 4 status sebagai Mahasiswa Teknik Geodesi UGM.  Saya menemukan visualisasi mimpi saya saat itu juga.
            Setelah mengikuti kuliah itu, inspirasi Pak Andi tidak berhenti sampai disana. Setelah kuliah umum itu ternyata Pak  Andi harus kembali ke Australia untuk meyelesaikan pendidikannya. Saya memustuskan mecari tahu lebih bnayak tentang Pak Andi, sampai akhirnya saya menemukan sebuah website yang sangat bagus http://madeandi.com/ . Pak Andi ternyata aktif menulis di websitenya dan berbagi informasi beasiswa serta inspirasi. Beberapa cerita yang inspiratif seperti Timbul Hari  program mencari otonan (hari kelahiran dalam Hindu) dengan Ms. Excell dan banyak  hal lain membuat saya kagum. Sampai suatu hari ada kuliah umum lagi bersama Bapak Andi dengan Tema Geospasial Blogger, disana saya diajari cara membuat blog yang berbasis geospasial,serta tips-tips menulis. Sampai akhirnya saya berhasil membuat blog dan mulai aktif menulis. Saya masih ingat, selesai kuliah membuat blog itu saya membuat 1 artikel berisi peta dengan Judul Belajar Ngeblog Bersama Pak Made Andi Arsana. 1 hal baik yang saya tiru saat itu adalah lewat tulisan kita bisa berbagi pengalaman dan inspirasi. Melihat jumlah pengunjung websitenya, saya yakin Pak Andi sudah menginspirasi banyak orang lewat tulisannya.
            Sama seperti sebelumnya, setelah kuliah membuat blog itu, Pak Andi harus kembali ke Australia. Setelah itu saya saya aktif membaca website Pak Andi dan kerap kali sering bertanya banyak hal mengenai tulisannya.Sampai suatu saat beliau mengontak saya lewat media social facebook. Saya cukup kaget saat itu. Itu adalah kali pertamanya beliau meminta tolong ke saya. Saya dimintai membuat Peta dengan google maps. Seorang dosen meminta tolong lewat chatingan di facebook, saat itu bagi saya bukan hal yang biasa. Tanpa pikir panjang saya langsung membantu Pak Andi membuat Peta. Ternyata peta tersebut adalah peta penyelenggara TOEFL untuk membantu pelamar beasiswa, selengkapnya lihat disini Pelajaran berharga yang saya tiru kembali dari Pak Andi, beliau senang membantu orang, seperti misalnya memberikan informasi gratis mengenai beasiswa agar orang lain lebih mudah menacari beasiswa. Setelah tugas membuat peta itu, ternyata Pak Andi kembali meminta tolong kepada saya, beliau meminta tolong membelikan buku-buku bekas lalu disumbangkan ke Komunitas Anak Alam yang ada di Bali. Sedikit gambaran Komunitas Anak Alam adalah komunitas yang memperjuangkan pendidikan anak-anak di Bali yang belum bisa mengenyam pendidikan yang layak. Pak Andi mengajarkan saya untuk tetap peduli pada sesama dimanapun kita berada. Walau beliau di Australi, namun tetap membuka mata terhapap anak-anak yang ingin belajar di Bali. 1 hal lagi yang penting, belaiu mau memberikan kepercayaan pada saya untuk membeli buku tersebut, walau baru bertemu langsung 2 kali, beliau mengirimkan uang 1 juta kepada saya. Sangat mudah bagi saya untuk menyelewengkan uang itu, tapi tentu saja tidak akan saya lakukan. Beliau memberi tahu saya, orang baik akan mudah memberi kepercayaan, dan jika kamu sudah mendapat kepercayaan dari orang lain, jagalah kepercayaan itu dengan baik. Membangun kepercayaan tak semudah merusak kepercayaan iru sendiri. Sekali lagi saya kagum dengan Pak Andi, saat itu juga saya bantu kumpulkan buku untuk disumbangkan ke Komunitas Anak Alam, tidak hanya membeli buku dengan uang 1 juta itu, tapi saya kumpulkan juga buku-buku yang orang lain mau sumbangkan dan saya kirimkan ke Bali. Dokumnetasi lengkap saya simpan disini
             Masih ada banyak pelajaran inspiratif yang Pak Andi ajarkan. Mungkin jika ditulis bisa sampai menjadi buku. Saat beliau di Australi kadang saya menunggu, apa tidak ada tugas yang lain yang diberikan lagi. Karena setiap tugasnya selalu ada pelajaran kehidupan yang saya dapat. Bukan soal batas Negara atau hukun laut, apalagi Matematika Geodesi. Ini soal bagaimana menjadi orang yang baik, bagaimana kita berinteraksi dengan orang lain, bagaimana menjaga kepercayaan, bagaimana kita peduli dengan sesama. Pak Andi bagi saya bukanlah Dosen Matematika Geodesi atau Pengelolaan Wilayah Pesisir, beliau adalah guru kehidupan yang nyata yang ada sangat dekat. Beliau mengajarkan saya bagaimana cara menjadi ‘orang’ yang benar, bukan untuk diri sendiri saja, tapi agar bisa berguna untuk orang banyak. Terimakasih sudah menginspirasi Pak Andi!!
J

PS:

Tulisan ini bukanlah untuk mengagungkan seseorang, apalagi untuk mencari perhatian.Tulisan ini murni ingin berbagi pengalaman dan pelajaran dari seorang guru yang mungkin tak semua orang dapatkan.
Sumber foto: 
http://madeandi.com/2012/12/22/selamat-hari-ibu-3/