Thursday, November 26, 2015

FIT ISI Malang: Akademisi, Traveler dan Gelandangan


Rabu, 18 November 2015 adalah hari dengan perjalanan yang cukup panjang. Pada hari tersebut saya pergi ke Batu, Malang. Ini adalah kali pertamanya saya pergi ke Malang dan untuk kali pertamanya juga saya naik travel. Tentu saja perjalanan ke Malang kali ini tidak tanpa alasan, saya pergi ke Malang untuk menghadiri Forum Ilmiah Tahunan Ikatan Surveyor Indonesia atau yang lebih sering dikenal dengan FIT ISI. FIT ISI adalah ajang tahunan yang selalu diadakan oleh Ikatan Surveyor Indonesia (ISI) yang tempatnya biasanya berbeda-beda tiap tahunnya. Acaranya biasanya berupa seminar serta presentasi paper dari para pemakalah yang sudah mengirimkan paper sebelumnya. Jika kamu mahasiswa Geodesi, saya sarankan ikutilah acara ini selama masih berstatus mahasiswa, karena ada banyak sekali ilmu serta kawan baru yang bisa didapat di kegiatan FIT ISI ini.  
FIT ISI 2015 ini merupakan FIT ISI kedua bagi saya, sebelumnya tahun 2013 lalu saya juga sempat menghadiri FIT ISI yang kebetulan dilaksanakan di Jogja, dan syukurnya keduanya saya hadiri sebagai pemakalah. Teringat dulu ketika FIT ISI 2013 untuk membuat satu paper perlu usaha keras karena baru sedikit materi Geodesi yang dikuasai, kini di semester tujuh, membuat satu paper menjadi lebih mudah karena hampir semua materi kuliah sudah didapat.
Saya berangkat menghadiri FIT ISI 2015 ini tidak sendirian, ada teman-teman hebat yang turut serta sebagai pemakalah di acara FIT ISI 2015 yakni Al Antra Adefan, Mahendra Ari Perdana, Aditya Saputra, El Fakhri Akmal, dan Ghaly Kurniawan. Kalau sudah ramai begini, apalagi semuanya seangkatan maka perjalanya seperti akan menyenangkan. Kami ber enam menginap di sebuah penginapan kecil namun cukup bersih dan rapi. Untuk mengirit dana satu kamar untuk tiga orang, kamarnya sudah dilengkapi tv dan air hangat, sangat lumayan untuk sekaligus melepas kebosanan kuliah di semester-semester akhir ini. Perjalanan ke Malang ini bisa terjadi juga karena dukungan dari jurusan Teknik Geodesi, khususnya Mamah Yulaikhah selaku PPJ Keuangan yang mendanai akomodasi serta penginapan selama ke Malang. Walau tidak mendanai penuh, tapi adanya dukungan seperti ini sangat menambah semangat kami untuk terus berprestasi.
Sampai diruang seminar ternyata kami memiliki banyak geng disana. Ini salah satunya, kira-kira yang mana kepala gengnya?

Ternyata ada banyak dosen serta alumni kami yang ikut acara ini. Ternyata malam harinya, alumni Teknik Geodesi UGM juga sekalian menyelenggarakan reuni di Malang, pantas saja banyak yang hadir. Seminar kali ini terdapat dua pembicara utama yakni Menteri Agraria dan Tataruang & BPN yakni Bapak Ferry Mursyidan serta ada juga Kepala BIG yakni Bapak Priyadi Kardono. Ya mungkin saja FIT ISI 10 – 20 tahun mendapang pembicara utamanya salah satu dari beberapa mahasiswa yang ada pada foto diatas. Kali ini saya tidak banyak membahas apa isi seminarnya, yang jelas intinya adalah mengenai bagaimana mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui pengelolaan administrasi pertanahan yang baik dan benar.
Bagi saya yang menarik adalah lokasi seminarnya, yakni berada di resort yang dimana resort ini terletak diantar Jawa Timur (Jatim) Park. Bagi yang belum tahu Jatim Park, Jatim Park adalah lokasi wisata yang cukup terkenal di Malang. Rasanya sangat sayang jika dilewatkan begitu saja jika ke Malang hanya menghadiri seminar, akhirnya kami berenam memutuskan untuk mengunjungi Jatim Park II sehari setelah seminar. Disana kami mengunjungi kebun binatangnya, museum, serta echo park. Dan didapatlah penampakan akademisi yang berubah menjadi traveler.

Bagian favorit saya adalah mengunjungi kebun binatang, yang membuat menarik adalah rekan saya yang berasal dari Papua. Beberapa hewan yang ada dikebun binatang ada diseputaran tempat tinggalnya mulai dari kangguru yang masih banyak di Papua, dan kaswari yang dulunya katanya seperti ayam yang bisa masuk kerumah mencari makan tanpa ada yang memperhatikan. Namun ternyata berbeda keadaannya jika hewan-hewan tersebut berada dilokasi yang jumlahnya tidak terlalu banyak. Kami cukup lama mengelilingi Jatim Park, dan dimalam hari kami menyempatkan mengunjungi Batu Night Spektakuler. Bagi yang sedang mencari tempat liburan, Batu, Malang bisa menjadi pilihan yang cukup bagus.
Transportasi kami sehari-hari di Malang adalah angkot, sayang di Malang belum ada Gojek. Diahri ketiga saya dimalang saya sudah harus bersiap-siap untuk kembali ke Jogja. Kali ini saya tidak naik travel, tapi naik kereta. Yang menjadi permasalahan adalah cek out dari penginapan maksimal jam 11 pagi dan kereta berangkat jam empat sore. Masih ada jeda waktu yang cukup panjang. Dan kamipun bingung mau diam dimana selama jeda waktu tersebut. Namun akhirnya kami terselamatkan, lagi-lagi berkat teman dari Papua, yakni Mahendra ( Nama samarannya Kaswari) yang kebetulan ada saudara dari Papua yang tinggal di Malang. Yak sudah langsung bisa ditebak, kami akhirnya memutuskan untuk mengunjungi rumah saudara teman kami. Yang membuat bimbang adalah Mahendra dan saudaranya sudah lama tidak bertemu, terakhir saat Mahendra masih kecil, jangan-jangan nanti saudaranya tidak kenal dengan wajah Mahendra bisa gawat nanti urusannya. Namun syukurnya mereka masih saling mengenal. Akhirnya sore itu juga kami menggelandang, menumpang serta minta makan disana, sebelum akhirnya pulang naik kereta jam empat sore.
Perjalanan ke Malang ini terasa sangat lengkap, kegiatan akademis bisa saya ikuti, menjadi traveler mengunjungi tempat baru bisa dilakukan dan terakhir numpang dirumah orang yang baru dikenal. Mengunjungi tempat yang baru selalu menyenangkan dan memberikan wawasan baru, jadi selama kamu masih muda kunjungilah tempat-tempat yang sekiranya menarik dan masih bisa dikunjungi. Dan tentunya untuk mahasiswa Geodesi, jangan lupa, FIT ISI hanya ada setahun sekali jangan lewatkan ilmu yang bisa didapat di tiap tahunnya.