Saturday, July 13, 2013

Survei Topografi Wilayah Teknik Geodesi UGM


           
              Di akhir semester 1 lalu saya sempat membuat postingan mengenai Peta Planimetris Wilayah Tugu Teknik UGM. Postingan tersebut saya buat setelah menyelesaikan final project praktek ukur tanah.  Di akhir semester II ini akhirnya saya juga telah selesai mengerjakan final project saya, hasilnya masih berupa peta, tapi kali ini adalah peta situasi yang berisi garis kontur. Garis kontur adalah garis yang menghubungkan tinggi daerah yang sama di peta.
            Wilayah yang saya dapat kali ini tidak wilayah tugu teknik lagi, melainkan wilayah teknik geodesi UGM. Setiap wilayah pasti memiliki keuntungan dan kesulitan tersendiri. Untuk wilayah teknik geodesi UGM ini keuntungannya yakni daerahnya cukup datar sehingga garis kontur yang digambarkan di peta nantinya tidak terlalu banyak. Kesulitannya yakni wilayahnya cukup luas,karena mencakup seluruh gedung geodesi dan hutan geodesi sehingga perlu banyak waktu untuk mengikat seluruh detil yang ada. Alat yang digunakan dalam pengikatan detil kali ini tidak lagi menggunakan pita ukur seperti semester 1 lalu, tapi sudah menggunakan Topcon, jadi lebih praktis. Untuk plotting detil peta sebenarnya sama saja caranya dengan peta situasi di semester 1 lalu,bedanya kalau disemester 1 jarak antara titik kontrol dengan titik detil langsung bisa kita dapatkan dengan melihat bacaan dipita ukur,sedangkan pada suvey topografi ini jarak antara titik kontrol dan titik detil harus dihitung terlebih dahulu sebelum diplotkan ke peta. Adapun rumus jaraknya yakni :
                                                            d = A / (ba-bb) x cos2heling
            Bagian yang paling perlu kesabaran pada pembuatan peta ini menurut saya adalah pada saat penarikan garis konturnya. Yang saya alami sendiri adalah ketika plotting konturnya bentuknya jadi aneh,kadang juga daerah yang kelihatannya datar juga kenapa bisa berisi kontur, kalau sudah seperti ini mungkin saja terjadi kesalahan,kesalahannya bisa saja salah menuliskan titik tinggi, salah menghitung titik tingginya, salah menghubungkan titik tingginya, dan lain – lain. Metode penarikan garis kontur ini secara umum ada 2 cara yakni secara langsung dan tidak langsung. Untuk metode secara tidak langsung dapat dibagi lagi menjadi 3 yakni merode matematis, semi matematis dan metode grafis. Metode yang paling gampang dan praktis yakni metode grafis.
            Tak banyak mungkin yang bisa saya ceritakan di postingan mengenai survey topografi kali ini,karena jika dibahas satu per satu mungkin perlu sampai 5 kali postingan. Postingan ini hanya saya gunakan untuk mengingatkan saya suatu hari nanti kalau saya sudah pernah memetakan wilayah teknik geodesi UGM lengkap dengan konturnya. Terimasih yang sebesar – besrnya kepada kelompok 4 yakni Bondan,Baihaqi, Aeny,Puji dan si anggota baru Imung J yang sudah bekerja sama dalam pembuatan peta ini.