Tuesday, April 7, 2015

Mengenal Model Terrain Digital (MTD)



Penngertian Digital Elevation Model, Digital Terrain Model dan Digital Suface Model
·         DEM adalah kumpulan data digital point yang disimpan dalam bentuk X,Y,Z dan dapat membentuk berbagai permukaan. Dalam arti luas, diperlukan penyebutan permukaan tertentu yang dimaksud, misal DEM permukaan vegetasi, DEM permukaan air tanah dan DEM permukaan bumi.
·         DTM adalah data ditital point yang disimpan dalam bentuk X,Y,Z yang membentuk permukaan bumi, dengan kata lain DTM adalah salah satu bentuk permukaan khusus DEM. DTM adalam DEM permukaan bumi.
·         DSM adalah model permukaan pantulan gelombang pertama kali yang memuat fitur-fotur elevasi alami sebagai tambahan dari fitur vegetasi dan bangunan.

Cara Penyajian Terrain:
a.       Matematis, teridiri dari:
a.       Global: Fouries Series, Polinomial.
b.      Local: fungsi selang yang teratur, fumgs selang yang tak teratur.
b.      Grafis dengan bantuan
a.       Titik: persebaran teratur, tidak teratur atau mengikuti fitur.
b.      Garis: Dapat berupa kontur, garis fitur atau profil.
c.       Area: Berupa citra atau pandangan perspektif.

Kelebihan menggunakan model matematis:
a.       Memungkinkan membuat abstraksi
b.      Bisa focus ke daerah tertentu.
c.       Memungkinkan membuat generalisasi.
d.      Dalam analisis bisa melibatkan cekungan-cekungan,evaluasi alternative dan dapat mengeliminasi.
e.       Alat memahami dunia nyata untuk menemukan hukum-hukum alam.

Kelebihan data Digital disbanding data analog.
a.       Memungkinkan menampilkan berbagai macam variasi bentuk.
b.      Tidak kehilangan ketelitian data karena waktu.
c.       Memiliki kemungkinan lebih besar untuk melakukan proses otomasi secara real time.
d.      Lebih mudah untuk menampilkan data dalam berbgai skala.

Aplikasi Model Terrain Digital dibidang rekayasa:
a.       Desain dan perencanaan pekerjaan sipil, petambangan, dan jalan.
b.      Animasi 3D untuk kepentingan militer, perencanaan wilayah dan desain landscape.
c.       Analisis pada simulasi tangkapan air dan hodrologi.
d.      Analisi terrain dan perhitungan volume.
e.       Analisis geomorfologi dan erosi tanah.

Kaitan antara MTD dengan ilmu lainya.
            Kaitannya dapat dilihat pada proses:
a.       Pengumpulan data: kartografi digital, fotogrametri, surveying termasuk GPS, Penginderaan jauh.
b.      Perhitungan dan pemodelan: kartografi, geografi, fotogrametri, surveying,komputer grafik, pemrosesan citra.
c.       Pengelolaan dan Manipulasi data: teknis basis data spasial, pengkodena dan pengkompresan data, komputer grafik dan penstrukturan data.
d.      Penmakai: semua keilmuan kebumian.

Konsep Pengumpulan Data MTD dan MSD dengan Lidar
            Lidar memandfaatkan sinar laser untuk memperoleh data koordinat titik-titik dopermukaan bumi. Hasilnya tidak berupa gambar, sehingga apabila ingin memperioleh citra dapat menambahkan kamera pada lidar. Perbedaan ketinggi (elevasi) pada terrain dibedakan dengan perbedaan warna pada hasil pengukuran dengan lidar.

Bentuk – Bentuk Data DTM.
a.       Dapat berupa Grid: tidak membutuhkan data yang besar. Set data teratur dan efisien, namun tidak efektifa untuk data yang ukurannya besar.
b.      TIN dan Garis Kontur: Memudahkan mempolakan data, lebih bisa mempresentasikan keadaan sebenarnya.

Metode Pengumpulan Datan DTM.
a.       Digitasi
b.      SAR
c.       LIDAR
d.      GPS
e.       Survei Terrestrial.

Pendeskripsian Terrain.
a.       Kualitatif
b.      Kunatitatif
c.       Numeris : Frekwensi Spektrum, Dimesi Fractal, Kelengkungan, Varian dan Covarian, dan lain-lain.

Sampling Pada Terrain dari Berbagai Sudut Pandang:
a.       Statistic Based Sampling.
b.      Geometri Based Sampling.
c.       Fitur Based Sampling.

Strategi Sampling Pada Terrain:
a.       Selected Sampling :
a.       Untuk titik-titik penting dan titik lain.
b.      Biasa digunakan pada survey terestris.
c.       Bila menggunakan foto diperlukan model 3D.
b.      Sampling With One Dimension Fixed
a.       Bentuk Profil dan Kontur.
c.       Sampling With Two Dimesion Fixed.
a.       Grid tertaur dan sampling progressive.
b.      Sering dijumpai data lebih.
c.       Untuk mengatasi data lebih perlu progressive sampling.
d.      Composite Sampling
Sampling yang menggunakan lebih dari 1 cara sampling.

Format Penyusunan Data MTD.
a.       Format teraur:
a.       Volume kecil.
b.      Apabila data yang dipakai data turunan akan mempengaruhi ketelitian dan menambha pekerjaan.
c.       Mudah untuk keperluan tampilannya.
b.      Semi teratur
a.       Volume sedang.
b.      Ketelitian terjaga, tidak ada penambahan pekerjaan.
c.       Tampilan data kurang menarik.
c.       Acak.
a.       Volume data besar.
b.      Data asli, ketelitian terjaga, taka da pekerjaan tambahan.
c.       Keterbatasan dalam penampilan data.
d.      Format TIN
a.       Volume data besar.
b.      Data asli, ketelitian terjaga, ada proses tambahan.
c.       Gampang dalam menampilkannya.

Mengenal Fungsi Pendekatan.
            Fungsi pendekatan merupakan pernyataan hubungan antara variable bebas dan tak bebas. Biasanya hubungan tersebut dibatasi dalam selang waktu tertentu.
a.       Fungsi Kontinyu.
b.      Fungsi Smooth
c.       Berdasarkan jumlah fungsi: 1 fungsi dan lebih dari 1 fungsi.
d.      Berdasarkan derajat fungsi: Fungsi linier dan non linier.
e.       Berdasarkan macam fungsi: trigonometris, polynomial dan spline.