Wednesday, May 13, 2015

Simposium Nasional 2015 ITS – Skenario Presentasi yang Berhasil


Mengikuti forum-forum ilmiah ketika menjadi pemakalah selalu menjadi pengalaman yang menyenangkan, apalagi jika harus presentasi keluar Jogja, bisa sekaligus jalan-jalan. Kamis 7 April 2015 lalu saya mengikuti kegiatan Simposium Nasional 2015, di Teknik Geomatika ITS. Yang menyenangkan yakni kali ini saya tidak sekedar menjadi peserta tapi sebagai pemakalah dan harus mempresentasikan paper yang sudah diuat. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Berikut ulasannya.
Saya mengetahui acara Simposium Nasional ini dari Dosen saya, yakni Bapak Andi Arsana. Beliau menantang mahasiswa yang mengambil mata kuliah Pengelolaan Wilayah Pesisir untuk mengirimkan paper ke acara tersebut dan presentasi. Jika berhasil sampai presentasi maka nilai PWP dijamin mendapat A. Yang membuat tertarik bukanlah nilainya A, dalam hati yang terdalam, terdapat gejolak muda yang ingin membuktikan dan menunjukkan diri di acara tingkat Nasional. Dan yang terpenting adalah menerapkan keilmuan sendiri ke dunia nyata dan memberi tahukannya ke disiplin ilmu lain. Jujur saja mengaplikasikan ilmu sendiri untuk penerapan secara nyata bagi saya dapat menghilangkan kejenuhan belajar terutama di semester 6 ini yang terasa sudah mulai bosan kuliah. Ketika menyampaikan keilmuan Geodesi di forum-forum ilmiah, ketika ada disiplin ilmu lain yang menyaksikan dan bahkan bertanya disana kadang membuat saya sadar sejauh mana saya memahami ilmu saya sendiri.
Saya membuat papper tidak sendiri, saya bersama Bagas Lail R (Geodesi UGM 2011) dan Tegar Pualam Syuhada (Geodesi UGM 2013). Terkadang mencari teman membuat papper tidak mudah, saya terbiasa  membuat paper dengan membuat timeline deadline per bab, dan untungnya tim kali ini sudah terbiasa bekerja dikejar deadline. Lalu paper apa yang saya buat? Saya membuaat aplikasi GPS yang ditujukan untuk nelayan tradisional khususnya nelayan di perbatasan untuk pencegahan pelanggaran batas maritime yang saya dan temen-temen namai Boundary GPS. Ide ini bukan merupakan ide baru di Geodesi UGM. Ide ini sudah dulu ditawarkan Pak Andi ke mahasiswa Geodesi, katanya bahkan sebelum saya “lahir” di Geodesi. Dengan sedikit tambahan dan niat menulis akhirnya jadi juga saya buat papper mengenai GPS untuk perbatasan ini. Ternyata menulis memang tidak semudah dibayangkan, akhirnya baru kali ini bisa saya tuliskan ide tersebut dalam papper ilmiah.

Walau produk nyatanya belum jadi sepenuhnya, namun saya tetap percaya diri untuk menuliskan papernya dan menjelaskan konsep idenya. Terkadang kebiasaan mahasiswa Teknik yakni sering menganggap setiap penelitian itu harus ada hasil nyatanya, kadang ide yang kita anggap biasapun biasa dianggap luar biasa bagi orang awam, berbekal pandangan seperti itu saya teruskan saja menuliskan papper walau bentuk nyatanya masih belum selesai.
Singkat cerita paper saya berhasil lolos ke 8 besar setelah diseleksi dari 70 abstrak dan kemudian diseleksi lagi dari 30 paper yang mengirimkan ke panitia SIMNAS. Cukup mengagetkan, saya sendiri awalnya agak was-was bisa lolos atau tidaknya. Tantangan berikutnya yakni presentasi. Pembimbing saya yakni Bapak Andi Arsana, bisa dibilang master presenatator. Rasanya akan berdosa jika saya tidap menyiapkan presentasi dengan baik. Slide presentasi yang bagus dan latihan keras adalah kunci suksesnya. Saya latihan dengan merekam suara saya dan melihat durasi waktunya. Setelah beberapa kali latihan akhirnya fix didapat waktu presentasi 7 menit 40 detik. Dengan waktu presentasi 20 menit sudah termasuk tanya jawab, waktu presentasi 7 menit rasanya tidak masalah.  Slide presentasi sudah disiapkan dengan baik, hampir tidak ada text, hanya ada gambar dan beberapa tambahan animasi. Sedikit joke dibagian awal juga saya tambahkan agar mendapat pusat perhatian. Dan intinya ketika presentasi yakni saya buat seolah-olah bercerita dan membuat orang paham. Apakah presentasinya berhasil? Berhasil bagi saya yakni berhasil karena sudah sesuai dengan apa yang saya latih. Masalah menarik atau tidak, boleh dinilai sendiri video dibawah ini.


Selesai presentasi ada beberapa orang yang menghampiri untuk menanyakan lebih lanjut mengenai papper yang dibuat. Disana baru kadang ilmu yang rasanya biasa saja dikampus, ternyata keren jika dibawa keluar kampus. Apalagi kalau presentasi kali ini di biayai oleh jurusan dan dosen pembimbing. Memang usaha dan kerja keras tidak pernah membohongi hasil yang didapat.