Thursday, September 24, 2015

Kemah Kerja 2015: Jangan Salahkan Detil!!!


            Memasuki hari ke empat, lima dan enam, merupakan hari dimana harus melakukan pengukuran detil. Di wilayah yang saya dapat, sekitar 50%nya adalah pemukiman, 30% adalah  tegalan dan 20%nya sawah. Awalnya saya kira mendapat detil yang sebagian besar adalah pemukiman akan mudah dan cepat karena tempatnya teduh, namun kalau pemukimannya mencar-mencar dan saling menutupi satu sama lain, ditambah lagi ditutupi tegalan. Agak pusing juga bagaimana cara membidik rumah yang agak jauh dari poligon yang sudah dibuat. Memang bisa saya akui poligon yang sebelumnya dibuat, direncanakan dalam waktu yang singkat dan cepat, sehingga masih ada beberapa bangunan yang belum bisa tercover. Lalu bagaiman solusinya? Solusinya adalah membuat poligon anakan disana sini. Ya apaboleh buat, agar semuanya bisa otercover kami langsung memuat poligon cabang disana sini.
            Membuat poligon cabang disana-sini, namun detil belum juga habis-habis. Ditambah 2 orang personil sudah tepar yakni Eldy dan Amal, bukan karena kelelahan, tapi karena diare akibat sering jajan sembarangan. Yang ini juga sedikit tips, jangan terlalu sering jajan sembarangan nanti bisa kena diare. Ditengah-tengah pengukuran, ada bnyak hiburan yang tiba-tiba kami temui, salah satunya anak-anak di Desa. Banyak anak-anak yang pensaran akan apa yang kami lakukan. Dan banyak yang mengira kalau Total Satation itu adalah kamera, akhirnya iseng-iseng saja kami surh berpose didepan TS seolah-olah sedang difoto, lumayan untuk hiburan.

Lihat kamera dek :) 


            Kembali lagi ke pengukuran detil. Detil yang sudah beberapa hari ini diukur tak juga kunjung selesai. Siapakah yang salah? Jangan pernah menyalahkan detil, apalagi ketika ditanya dosen, “Ada kesulitan?”, jangan pernah menjawab iya ada Pak, detinya banyak! Detil yang ada bukanlah sebuah masalah, melainkan sebauha tantangan yang memanggil untuk segera diselesaikan. Solusi ternaiknya adalah memikirkan bagaimana strategi pengukurannya agar bisa cepat. Sebenarnya yang paling bagus adalah mendesain poligon termasuk poligon cabang diawal sebelum pengukuran dengan sebaik-baiknya. Namun apalah daya, saat itu kami diawal cukup kaget dengan lusnya lokasi yang didapat, serta baru pertama kali melakukan pemetaan seluas ini. Jadi perencanaannya masih belum maksimal, tapi itulah proses pembelajaran yang kami dapat. Walau sedikit kelelahan, semua detil akhirnya bisa kami selesaikan. Sore setelah pengukuran detil selesai, akhirnya kami kembali muka lelah namun bahagia karena semuanya telah selesai.
 
Sore di Bayat
            Beberapa momen saat pengukuran detil:

Menyamakan tinggi pool

Selokan tak berair

Pengukuran detil di BM1
LANJUTKAN MEMBACA: SAAT-SAAT FRUSTASI