Thursday, September 24, 2015

Kemah Kerja 2015: Lokasi Yang Mengejutkan


Terbiasa mengukur di seputaran kampus ternyata cukup membuat saya kaget dengan lokasi 11 kemah kerja di Bayat kali ini. Perumahan yang tersebar dimana-mana, sawah, dan tegalan yang lebat. Dimana harus menaruh titik poligon?
Awal Cerita
            Kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya mengikuti kemah kerja tahun 2015 di Kecamatan Bayat, Klaten. Kemah kerja merupakan salah satu mata kuliah wajib di Geodesi yang tidak ada materi dikelas, tapi full berada di lapangan. Kegiatan kemah kerja biasanya dilaksanakan pada saat liburan semester 5, yang membuat saya tidak bisa pulang kampung saat liburan semester lalu. Kemah kerja dilaksanakan 2 minggu, selama 2 minggu mahasiswa mendapat asrama di kampus Bayat, Klaten dan melakukan pemetaan di kecamatan Bayat. Rutinitas sehari-hari yakni bangun, makan, ngukur, makan, ngolah data dan tidur lagi begitu seterusnya. Tapi proses mengukur kali ini cukup berbeda, bukan cukup lagi bisa dibilang sangat berbeda. Jika biasanya saya hanya mengukur 1 gedung geodesi dan kebun-kebunnya, kali ini saya melakukan pemetaan satu Desa beserta sawah-sawahnya dan kebunnya, kurang lebih luasnya 6-10 hektar. Tentu saja luas, biasanya saya hanya praktikum dikampus hanya seluas 1 sampai 2 hektar sekarang mendapat wilayah sekitar 7 hektar. Tapi tenang kali ini saya melakukan pemetaan dengan tim yang sangat banyak, ya saya bersama 4 orang teman saya lainnya memetakan area seluas 7 hektar. Dalam 1 angkatan dibagi dalam beberapa kelompok dan dalam 1 kelompok terdiri dari 5 orang, kali ini saya 1 kelompok bersama 4 orang yang keren-keren yakni Rizki Iman Sari, Umar Abdurohman, Amalia Nurwijayanti dan Eldynan Trisandi

Tim KK Ceria

            Hari pertama Kemah Kerja ada pembagian lokasi pemetaan, saya mendapat lokasi 11 dengan dosen pembimbing lapangan 3 hari ke depan yakni Bapak Rochmat Muryamto, dosen yang terkenal sangat disiplin di Geodesi. Yang pertama  dilakukan saat itu yakni melihat lokasi bersama Dosen pembimbing dan sekaligus menentukan dimana letak titik Poligon yang mampu menjangkau semua detil. Ketika ditunjukkan lokasi pertama kali saya cukup kaget, banyak perumahan, tegalan da nada sawahnya juga. Rumahnya bertebaran kurang teratur, ada satu kompleks yang rapi, dan ada beberapa yang menyempil diantara tegalan. Tegalannya cukup lebat dan menutupi beberapa bangunan. Yang menjadi pertanyaan diamana sebaiknya meletakkan titik poligon utnuk pemetaan?. Taruh di satu lokasi tertentu, ada saja bagian perumahan yang tidak tercover atau tertutupi tegalan. Di awal survey pendahuluan ini saya dan tim sempat mengalami salah orientasi, Pak Rochmat menunjukkan jalan yang ada di Peta pembagian lokasi, langsung percaya saja saya langsung menulusuri jalan yang ditunjukkan Pak Rochmat berbekal print-printan peta dari google Maps. Setelah melewati beberapa perempatan di Desa, terasa ada yang salah. Jalan yang ditunjukkan peta dengan yang saya lalui tidak sesuai. Dipeta yang seharusnya ada perempatan, namun begitu saya telusuri tidak ada perempatan, seharusnya ada jalan belok kiri namun tidak ada jalan untuk belok kiri. Sepertinya saya salah orientasi, salah satu cara mengeceknya saya mencoba membuka Google Maps dan melihat dimana lokasi saya saat itu. Benar saja ternyata salah orientasi, jalan yang ditunjukkan Pak Rochmat seharusnya jalan yang berada sekitar 100 meter di sebelah timurnya. Akhirnya kami semua menjelaskan apa yang terjadi ke Pak Rochmat dan  menunjukkan posisi yang benar dengan Google Maps. Setelah berdebat cukup lama akhirnya sudah jelas salah orientasi.
            Waktu sudah semakin sore, titik poligonpun baru sedikit dipasang. Kalau dikampus biasanya membuat titik poligon hanya dengan 5-6 titik sekarang sepertinya tidak cukup dengan 5-6 titik. Setelah berputar-putar seharian akhirnya didapat jumlah titik poligon yakni 11 titik yang memutari kampung. 11 titik poligon tersebut sebenarnya masih kurang karena sepertinya masih ada area yang belum di cover. Solusinya nanti akan menampah titik poligon cabang pada saat mengukur detil.

            Biasa mengukur dikampus ternyata cukup membuat kaget survey pendahuluan di hari pertama ini. Mungkin belum terbiasa saja dengan lokasi 11 Bayat ini. Sedikit tips saja, jangan pernah panik dan lakukan semunya dengan cepat jika melakukan survey pendahuluan dilokasi yang cukup luas.


LANJUTAKN MEMBACA: TIPS KKH DAN KKV